RSS

‘Kelahiran’ Putri ke-3

27 May

Tulisan di bawah ini ditulis oleh ‘eyang uyut’ku, mbak Nurul Abidah. Jadi diriku anak cicitnya heheh. Masih muda looh, masih dipanggil mbak. Hayoo siapa sey mbak yang satu ini?? Silahkan searching.. heheh. Yang pasti beliau adalah seorang ibu bertitle Senior Gold Director yang per bulan Mei 2011 berpenghasilan 20jt an, akan jalan-jalan gratis ke Paris tahun ini dan sekarang tinggal di Singapura. Dahulu wanita ini juga berkarir di salah satu bank,  kemudian memutuskan untuk berhenti, setelah pendapatan yang diterima dari Oriflame dirasa lebih besar dari gaji kantornya.

Tulisan ini pun menginspirasiku, bahwa segalanya itu mungkin. Tidak ada yang tidak. Tuhan tidak akan mengubah nasib seorang manusia kecuali manusia itu sendiri yang mengubahnya, ya kan?

24 Mei 2011

Feeling BIASA saja mencapai peringkat baru Senior Gold Director ?

Bohong banget deh ! Pasti saya seneng banget  dan bangga dong qeqeqeq …

…. biar kesel2 di negara orang suka bikin gemes2 gregetan asyik, bisa juga sampai ke peringkat baru.

Ada yang ngerasa jarak dengan upline adalah kendala dan bisnisnya jadi mandeg?

Jauh dari cabang gak bisa kerja jadinya ?

Kosong event-event secara offline jadi hilang semangat ?

Maaf, alasan anda sedikit telah terpatahkan Insya Allah ya😉

Cuman bisa bilang Alhamdulillah, kalo bukan karena tangan Allah manalah bisa saya yang ga pinter apalagi untuk dibilang cerdas, sekolah ga tinggi, mana gaptek pula awalnya, sekarang sih udah ga terlalu gaptek akut deh hehehe … bisa mencapai karir baru ini :-

Kalau bukan karena leader2 yang hebat yang ada dalam jaringan bisnis manalah saya sampai disini🙂

Makasih yaaaa teman2 bisnis, yang berubah jadi saya anggap sodara deh, semoga pada mau juga ngakuin saya ini sodara hehehe :p

Kalau bukan karena suami, anak, bapak ibu yang percaya dan memberi dukungan, manalah kaki tangan pikiran dan hati ini bisa diajak kompak membangun bisnis dengan nyaman. Makasih juga yaa😀

Karir, uang, kepuasan pribadi baca aktualisasi diri seorang perempuan, saya dapat walo dari rumah, bisa loh ternyata engga harus pergi pagi pulang petang seperti dulu, karena juga sekarang merantau ya susahlah qeqeqe …

Mau alasan untuk berhenti dan gagal ? Ah banyak bangeeet sumpah banyaaaak dan mudah dicari !!

Mau alasan yang sisi gak enak atau justru karena alasan merasa nyaman kok dengan kondisi saat ini, bisa-bisa aja.

Sayangnya saya telah memilih mencari 1 alasan untuk mempertahankannya🙂

Apa ? Saya masih punya banyak keinginan yang ga bisa dipenuhi cuman dengan berdiam diri di rumah nungguin suami pulang ngantor dan dapat jatah bulanan aja😀

Eiiits … bukan hanya soal UANG atau MATERI artiannya ya, tapi keinginan untuk tetap punya prestasi yang membanggakan juga termasuk di dalamnya lho🙂

Hari ini seorang Director lahir yang mengantar saya ke karir baru akhirnya.

DIAN NURDIANINGSIH

Perempuan hebat sama hebatnya dengan 2 kakaknya sebelumnya, MAHARANI WINARTA & ZULFA NITASARI.

Dari mereka semua saya belajar, dari keunikan masing-masing mereka, semua punya kelebihan yang membanggakan🙂

Dan hari ini menyambut kelahiran Director ke-3 saya, mengulang kembali ingatan bekerja bersamanya. Membangun bisnis kami bersama, yang saling memberi efek timbal balik. Aaah, rasa yg bikin terharu dan layak teman-teman pelajari dari seorang Dian Nurdianingsih !

Ibu dari seoarang anak berusia 1 tahunan kini. Dulunya bekerja kantoran dan memutuskan berhenti setelah incomenya dari bisnis melebihi  gaji kantornya. Itu memang cita-citanya untuk jadi ibu full di rumah melihat buah hatinya bertumbuh di tangannya.

Ketika mengejar karir bisnisnya, Dian  yang masih ngantor dan punya bayi saat itu sangat biasa bekerja bareng hingga larut malam bersama saya. Begadang jelek ? Yah what ever deh, engga ada sukses yang GRATISAN. Kalo itu harus dilakukan karena cuman itu jalannya, kenapa tidak ??

Kenapa harus begadang? Dian ga bisa kerjakan bisnisnya siang hari. Otomatis harus malam itu pun saya harus menunggunya sampai si bayi terlelap dan dia memaksa diri bangun untuk mengerjakan bisnisnya. Tau banget beratnya bangun di saat nyenyak-nyenyaknya mengistirahatkan badan setelah seharian bekerja di kantor. Karena saya pernah cape ini badannya waktu ngantor wekekekek …..

Jadi ? Ada yg sama seperti Dian ? Ngantor dan punya bayi ? Anda bisa seperti Dian dong🙂

Sibuk di kantor dan anak mau dijadikan alasan gagal ? Sah-sah saja, itu pilihan masing-masing koq🙂

Yang saya tau, Dian tidak memilih gagal karena kondisinya ….

Trus nih … yang tadi sempat membuat saya tercekat saat membaca activity report  secara online dan in official  Dian telah masuk peringkat Director ….

Saya inget, kami ga sadar sama sekali engga tidur hehehe karena takut kebablasan ga sahur dan subuhan, saat itu Ramadhan. Yang terharu, Dian harus berangkat ngantor dan saya merasa jadi ga fair karena bisa tidur di rumah siang hari membalas yang malam hilang. Gimana saya ga bangga ya punya leader setangguh Dian🙂

Cape ? Saya tau Dian cape …

Sayangnya, sukses meminta kita untuk membayar harganya, salah satunya ya harus berani cape …

Setiap kita boleh mengkambing hitamkan keadaan atas kegagalan

Setiap kita boleh cengeng dengan kondisi lalu pergi cari aman dan nyamannya yang akan menina bobokan kita dengan manisnya …

Tapi, setiap kita juga sama punya kesempatan untuk sukses dengan memilih hak kita

Karena sukses hak siapa aja kok …

Apapun latar belakang …

Kondisi …

Sukses itu pilihan !

Dan Dian Nurdianingsih telah memilih untuk sukses bukan kalah dengan kondisinya:-)

*teriring doa dan peluk buat Dian, selamat untuk peringkat barunya di bisnis kita*

 

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: