RSS

Bekerja dari rumah?? Why not??

19 Jul

Dulu tidak pernah terlintas dalam benak jika harus tinggal di rumah, menjadi Full Time Mother. Sekarang karunia & jalan yang telah diberikan oleh Tuhan ini merupakan yang terbaik dariNya, dan ternyata memang banyak hikmah yang didapat. Apakah saya bosan di rumah?? Awalnya agak kaget, pernah mengalami kebosanan juga, tetapi itu langsung berubah setelah menemukan kegiatan yang dapat menambah penghasilan hanya dari rumah, teman baru, komunitas baru, pelatihan diri baru di d’BC Network.

Beberapa keuntungan yang saya dapatkan saya coba share di sini:

  • Menghabiskan waktu lebih banyak bersama keluarga. Menjadi seorang ibu merupakan anugerah terindah yang Tuhan berikan kepada saya. Saya ingin momen ini saya manfaatkan sebaik-baiknya. Saya ingin memperkuat bonding itu. Sempat ada beberapa tawaran maupun lowongan pekerjaan di luar kota maupun yang membutuhkan pekerjanya berangkat jam 5an pagi pulang hingga 9 malam setiap harinya. Lalu, bagaimana saya bisa melihat & mengontrol perkembangan malaikat kecil saya? Bukannya saya tidak percaya kepada orang lain, tetapi tetap beda asuhan seorang ibu dengan yang lain. Kalaupun dipikir-pikir lagi, lebih baik meninggalkan anak di tempat penitipan anak, yang sudah profesional dan bertanggung jawab daripada ditinggalkan dengan seorang pembantu di rumah.
  • Mengatur waktu sendiri. Dalam pengertian ini, waktu yang ada digunakan sebaik-baiknya. ‘Me time’ yang saya dapatkan adalah ketika si kecil tidur. Lumayan dalam waktu kurun waktu 2 jam itu saya manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Terima kasih juga kepada suamiku, yang telah memberikan fasilitas internet, sehingga memudahkan saya untuk bekerja. Si kecil terkadang suka jealous jika melihat bundanya membuka laptop. Di saat dia bangun, kembali tugas seorang ibu kembali ‘difungsikan’.
  • Melakukan pekerjaan yang disenangi. Pekerjaan yang saya lakukan bukan merupakan beban, melainkan passion yang selama ini saya cari. Kegiatan yang membutuhkan offline dapat dicarikan waktu yang tepat. Saya senang sekali keluar rumah disaat bukan ‘jam-jam’nya macet total. Jakarta memang kejam dalam kemacetannya.
  • Mengontrol sendiri penghasilan. Mau berapa pun, tergantung dari usaha si pengusaha untuk mendapatkan penghasilannya. Dapat dikontrol sendiri, berapa kenaikannya. Tentu bukan ‘ongkang-ongkang’ kaki saja, tetap dibutuhkan usaha kerja keras di sini.  Tetap membutuhkan rangkaian proses. Terasa sia-sia pendidikan yang saya lalui?? Tidak. Pendidikan itu telah membentuk kharakter saya, menambah pengalaman hidup & wawasan saya sehingga berwarna-warni seperti sekarang ini.
  • Ga butuh baju resmi. Suka-suka. Yes, the boss is you!  Dasteran ok, tanpa makeup it’s ok, sambil nyemil kanan-kiri pun boleh.
  • Mengurangi stress. Kemacetan salah satu pemicu stress di Jakarta. Belum lagi karena anak sakit, yang pasti berat meninggalkannya. Sampai kantor pun pasti kepikiran dengan yang di rumah. Ga perlu kena omelan, karena kita yang melakukan sendiri. Paling si upline urut-urut dada hahhaa.

Setiap apapun dalam kehidupan ini merupakan pilihan yang kita pilih. Semua ada konsekuensinya sendiri. Pastikan segala keputusan dipikir & ditimbang masak-masak & tidak menutup kemungkinan kesuksesan bermula dari rumah tercinta. Jutaan atau puluhan juta dari rumah?? Bisa banget! Mereka telah membuktikannya.

 

Tags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: