RSS

Tips penggunaan plastik

07 Aug

Berbagai jenis plastik yang beredar di pasaran belum tentu aman untuk digunakan. Terutama yang digunakan sebagai peralatan rumah tangga, lebih ekstra hati-hati dalam memilih serta menggunakannya. Walaupun pihak produsen telah mengatakan bahwa plastik yang digunakannya telah aman, tak jarang yang mmbuat bahaya adalah penggunaan yang dilakukan oleh konsumen itu sendiri. Maka dari itu, sebaiknyalah kita mengetahui bagaimana memperlakukan plastik tersebut sehingga aman untuk digunakan.

  • Hindari plastik yang berbau serta berwarna dalam membungkus makanan secara langsung. Plastik hitam kresek adalah yang paling umum kita temui di pasar-pasar yang digunakan untuk membungkus makanan. Hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan, karena kita tidak mengetahui bagaimana riwayat penggunaan sebelumnya, apakah plastik tersebut dahulunya sebagai limbah rumah tangga, limbah logam berat, maupun limbah lainnya, dan masih ditambahkan dengan zat kimia dalam proses pembuatannya.
  • Gelas/botol plastik yang digunakan sebagai tempat penyimpanan air panas atau tempat perantara memindahkan air panas ke tempat lain juga merupakan cara yang salah dan berbahaya. Menurut penelitian, plastik mengandung senyawa Bisphenol A (BPA) yang berbahaya bagi kesehatan, dan air panas mendidih maka BPA akan terlepas 55 kali lebih banyak dibandingkan bila diisi dengan air biasa. Hal ini juga menjadi perhatian di kalangan ibu-ibu ketika memilih botol minum anak, yang digunakan sebaiknya yang bertuliskan BPA Free.

Botol minum yang bertuliskan BPA Free ini pada umumnya memang relatif mahal (import) dibandingkan botol minum yang tidak mencantumkan BPA Free. Permasalahan ini dapat dicarikan solusi dengan menggunakan botol yang sudah terpercaya digunakan serta menggunakannya dengan bijaksana. Sebagai contoh, untuk membuat susu anak, sebaiknya susu & air panas dituangkan terlebih dahulu pada gelas/cangkir keramik/kaca. Baru setelah agak dingin, dapat dituangkan ke dalam botol susu lalu diberikan kepada anak. Setelah penggunaan, cuci & steril botol plastik wadah susu, air kemasan/minuman ringan jika ingin dipakai lagi.

  • Hindari penggunaan botol kemasan air mineral yang telah terpapar oleh sinar matahari. Seperti yang telah disinggung di atas, plastik tidak dapat berhubungan langsung dengan panas. Hindari pula membungkus makanan yang berminyak seperti bakso/gorengan yang bersifat asam ke dalam plastik.
  • Memilih makanan yang berkemasan plastik, perhatikan tanggal kadaluarsa. Selain pengaruh dari bahan dasar yang digunakan pada makanan tersebut, juga pengaruh dari bahan dasar pembungkus makanan tersebut. Hati-hati agar tidak tergiur dengan warna & kemasan yang menarik. Perhatikan juga kredibilitas si produsen pembuat plastik. Biasanya, harga yang mahal memang lebih terjamin keamanannya karena sudah dipastikan telah memenuhi standar produksi tertentu.
  • Perhatikan simbol-simbol (segitiga) yang digunakan pada wadah makanan/minuman yang terbuat dari plastik:
  1. No 1 (Polyethylene Terephthalate) adalah plastik yang yang transparan, jernih, kuat dan merupakan materi yang kurang bagus untuk menahan gas dan kelembaban. Plastik yang tertera no 1 ini aman digunakan, tetapi hanya boleh digunakan 1 kali saja. Contoh: air kemasan, jus,soft drink, dsb.
  2. No 2 (High-density Polyethylene) adalah plastik yang tahan lama & hanya 1 kali pemakaian. Contoh: botol obat, botol susu cair, jerigen pelumas, dan botol kosmetik.
  3. No 3 (Polyvinyl Chloride) adalah plastik yang berbahaya & mengeluarkan racun kimia ke dalam makanan/minuman. Contoh: bahan mainan anak, botol shampo, pipa, dsb.
  4. No 4 (Low Density Polyethylene) adalah plastik yang tidak dapat didaur ulang & Sebaiknya hindari penggunaan plastik no 4 ini sebagai kemasan. Contoh: keranjang sampah, map plastik, tempat penyimpan beras, dsb.
  5. No 5 (Polypropylene) adalah bahan plastik terbaik sebagai tempat makanan & minuman, terutama untuk bayi.
  6. No 6 (Polystyrene) adalah plastik sulit untuk didaur ulang, yang berbahaya bagi kesehatan. Dapat dikenali dengan cara dibakar (sebaiknya dihindari), kemudian plastik ini akan meninggalkan warna kuning/jingga & meninggalkan jelaga. Contoh: tempat makan styrofoam, gelas plastik, wadah makanan, nampan, dsb.
  7. No 7 (Other) adalah plastik yang berbahaya bagi tubuh, menggunakan bahan campuran yang resinnya tidak diketahui & tidak dapat didaur ulang. Digunakan pada segala macam benda termasuk dalam industri makanan & minuman.

Sebaiknya konsumen tetap waspada terhadap penggunaan plastik & mengetahui cara penggunaannya sehingga terhindar dari berbagai macam bahaya. Gunakan plastik yang dapat didaur ulang, yang bukan sekali pakai, dan menggunakan wadah sesuai fungsinya.

 
Leave a comment

Posted by on August 7, 2011 in Tips

 

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: